Mengunjungi Kampung Adat Bayan

Mengunjungi Kampung Adat Bayan

Kampung adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat adalah pemukiman penduduk suku Sasak yang masih tetap menggenggam teguh tradisi adat istiadat leluhurnya. Hal tersebut terlihat nyata dari model rumah yang menggunakan konsep rumah klasik, masjid, upacara adat, serta gaya hidup yang masih tetap menjaga kebiasaan tradisi adat istiadat peninggalan leluhur mereka.

Rumah Klasik Adat Bayan

Rumah Klasik adat mereka, atapnya terbuat dari rumbia, berdinding bambu, serta lantainya dari tanah yang dipadatkan. Bangunan rumah tidak mempunyai sekat serta jendela, cuma berpintu satu yang menghadap ke barat atau timur. Tiap-tiap rumah mempunyai beruga, semacam gazebo, bertiang enam hingga dimaksud beruga sekenem.

rumah klasik

Lantas ada pula masjid kuno Bayan Beleq sebagai saksi penyebaran awal agama Islam di Lombok. Arsitektur masjid masih dipertahankan semenjak berdiri kurang lebih zaman abad ke-16. Masjid dibuat dengan material bambu serta kayu suren tiada memakai paku dalam pembuatannya. Lantainya dari tanah yang dipadatkan. Penerangannya masih tetap memakai obor.

Penduduk adat Bayan ikut miliki tradisi mengawasi kelestarian alam sekitar. Ada enam hutan adat yang menyebar di tiga wilayah tersebut. Masing-masing dijaga oleh seseorang pemangku hutan adat.
Hutan itu ikut dilindungi oleh ketentuan adat atau awiq-awiq. Buat yang mengakibatkan kerusakan hutan adat akan di berikan hukuman. Contohnya, orang yang menebang satu pohon didenda satu ekor kerbau, satu kuintal beras, serta 244 keping uang bolong.

Desa Bayan yang terdapat kira-kira 75 kilometer dari Mataram ini mempunyai luas kurang lebih 2.600 ha. Bayan adalah satu diantara 6 desa yang berada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Barat.
Wilayahnya membentang dari kaki Gunung Rinjani sampai ke pantai utara. Tempatnya bertetangga dengan Desa Senaru sebagai pintu masuk pendakian Gunung Rinjani (3.726 mtr.).

Masyarakat Kampung Adat Bayan kebanyakan berprofesi menjadi petani. Tanaman yang dibudidayakan diantaranya padi, sayuran, kelapa, buah-buahan, bawang merah, serta bawang putih.
Gaya hidup penduduk disana masih tetap menggenggam teguh tradisi yang diwariskan beberapa leluhur. Contohnya, di lokasi Kampu—wilayah yang disucikan—ada beberapa rumah tradisional yang yang dibagi serta dinamakan sama dengan manfaat, sifat atau profesi.

Lokasi Kampung ditujukan untuk beberapa pemangku kebutuhan adat. Tidak asal-asalan orang dapat masuk ke lokasi ini. wzcreativetechnology.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *