Mengenal Lebih Dekat Penyakit Jantung Koroner

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Jantung Koroner

Jantung adalah organ vital pada tubuh yang terletak disebelah dada kiri dan mempunyai ukuran sebesar kepalan tangan masing-masing orang. Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah keseluruh tubuh. Didalam tubuh manusia terdapat sel-sel maupun jaringan tubuh yang membutuhkan banyak sekali nutrisi agar dapat hidup. Selain itu, nutrisi dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme tubuh. Nutrisi dan kandungan lain yang dibutuhkan oleh tubuh diangkut melalui darah. Oleh karena itu dibutuhkan darah yang mengandung air, nutrisi, vitamin, dan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Namun, bagaimana jika jantung mengalami gangguan sehingga tidak dapat berfungsi semestinya? Apa saja penyakit yang dapat menyerang jantung? Salah satu gangguan pada jantung adalah penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner, yaitu kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan. Ketika terjadi penumpukan kolesterol (plak), pembuluh darah koroner akan menyempit sehingga aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung pun akan terhambat. Kurangnya aliran darah ini akan menyebabkan rasa nyeri pada dada dan sesak napas, hingga suatu saat terjadi hambatan total pada aliran darah menuju jantung atau yang disebut juga dengan serangan jantung.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang. Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler, 7,4 juta (42,3%) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK). Sedangkan menurut Federasi Jantung Dunia memperkirakan angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri pada tahun 2013 tercatat ada setidaknya 883.447 orang yang terdiagnosis penyakit jantung koroner di Indonesia dengan mayoritas penderita berusia 55-64 tahun. Angka kematian akibat penyakit jantung pun cukup tinggi, yakni sekitar 45 persen dari seluruh angka kematian di Indonesia.

Penyakit jantung koroner terjadi jika suplai darah ke jantung melalui pembuluh darah koroner terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak di dalam pembuluh darah ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan terbentuknya penggumpalan darah. Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung terblokir total dan serangan jantung pun terjadi. Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi (hipertensi).

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung. Angina atau angin duduk adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Terganggunya pasokan darah ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Serangan angin duduk bisa terjadi secara tiba-tiba. Nyeri dada yang dialami oleh penderita angin duduk kemungkinan bisa menjalar sampai ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. Selain gejala tersebut, gejala angin duduk lainnya adalah sesak nafas, tubuh terasa lelah, mual, pusing, dan mengeluarkan keringat berlebihan. Sedangkan Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Ini adalah kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya. Gangguan aliran darah ke jantung tersebut bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal. Dalam dunia medis, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard. Serangan jantung ditandai dengan gejala sesak napas, sakit atau nyeri di bagian dada, merasa lemah dan pusing, serta sangat gelisah atau cemas. Serangan jantung tidak tergantung pada keparahan sakit dada yang dirasakan. Sakit dada yang dirasakan belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit jantung. Kadang-kadang rasa sakitnya ringan dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa, seperti sakit lambung (maag). Sebaliknya, tidak semua sakit dada adalah akibat serangan jantung.

Meskipun tidak semua nyeri dada berhubungan dengan penyakit jantung, sebaiknya tetap waspada terhadap kesehatan tubuh terutama jantung sebagau salah satu organ vital. Walau tidak semua nyeri dada disebabkan oleh gangguan pada jantung, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang paling aman. Di tahap awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup Anda. Jika mencurigai Anda mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan guna mengonfirmasi diagnosis. Misalnya tes darah, X-ray, elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, atau MRI scan.

Jika mengidap penyakit jantung, sangat dianjurkan untuk mengubah pola hidup Anda seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, minum obat secara teratur dan sesuai petunjuk dokter, serta berhenti merokok. Penyakit jantung koroner tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah agar tidak memburuk. Dokter akan menganjurkan langkah operasi untuk menangani penyakit ini jika diperlukan. Tujuan dalam pengobatan penyakit jantung adalah untuk mengendalikan gejala dan menurunkan risiko munculnya serangan fatal seperti serangan jantung.

Seperti kata pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”, akan lebih baik melakukan hal yang dapat mencegah penyakit jantung koroner seperti menerapkan pola hidup sehat. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang sederhana untuk menghindari penyakit jantung, yaitu :

  • Berhenti merokok

Zat-zat yang terkandung di dalam rokok dapat menghambat arteri dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung sehingga menimbulkan penyakit jantung koroner.

  • Menerapkan pola hidup sehat

Pola hidup sehat misalnya mengurangi makanan berkolesterol tinggi, memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, serta berolahraga secara teratur. Pola hidup sehat bukan hanya untuk mencegah penyakit jantung koroner, namun juga berbagai jenis penyakit lainnya yang dapat menyerang tubuh.

  • Mengontrol kadar gula darah

Gula memang diperlukan dalam tubuh untuk metabolisme yang dialirkan melalui darah, namun jika tubuh atau darah memiliki kadar gula yang tinggi maka tidak baik untuk kesehatan tubuh dan dapat memicu penyakit jantung koroner.

  • Menjaga berat badan yang sehat

Berat badan yang sehat penting untuk dipertahankan. Karena jika kita mengalami obesitas, jantung akan lebih sulit mengedarkan darah sehingga harus memompa lebih keras. Lama-kelamaan hal ini dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu penyakit jantung koroner.

  • Mengurangi konsumsi minuman keras

Kandungan kalori di dalam alkohol sangat tinggi. Karena itu, mengonsumsi minuman keras secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan hipertensi yang pada akhirnya dapat memicu penyakit jantung koroner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *