Berwisata di Desa Budaya Pampang yang penuh Budaya

Desa Budaya Pampang

Jika Anda berkunjung ke Kalimantan Timur, jangan sampai Anda lupa mengunjungi Desa Budaya Pampang. Di sana tinggal Suku Dayak Kenyah secara turun temurun dan menjadi legenda di Kalimantan Timur. Pemerintah sudah menetapkan desa Pampang sebagai desa budaya. Meski belum terkenal, cukup banyak orang yang berkunjung ke Desa Budaya Pampang. Orang-orang yang berlibur di Kalimantan Timur akan menyempatkan diri untuk mampir sebentar di Desa Pampang. Mereka ingin menikmati indahnya suasana budaya Dayak Kenyah yang sangat terkenal.

Desa Budaya Pampang

Dayak Kenyah sudah lama menetap di area Desa Budaya Pampang. Keturunan Dayak Kenyah hidup saling bahu membahu membangun Desa Pampang. Mereka membangun Rumah Panjang yang kerap disebut Lamin. Rumah Panjang adalah rumah khas Suku Dayak Kenyah. Aktivitas utama dilakukan di Rumah Panjang. Saat Anda berkunjung ke Desa pampang, Anda dapat berkeliling di dalam Rumah Panjang bersama orang-orang Dayak Kenyah

Jalan menuju Desa Budaya Pampang sudah baik. Kendaraan bermotor dapat masuk ke sana. Orang-orang yang masuk dikenai tiket seharga 10 ribu. Untuk melihat upacara adat dan memfoto, pengunjung harus bernegosiasi dengan Ketua Adat. Harga foto ditentukan atas hasil negosiasi dengan Ketua Adat. Jika Anda berhasil bernegosiasi, Anda dapat memperoleh harga murah untuk berfoto di rumah adat dan berfoto dengan perempuan bertelinga panjang. Perempuan Dayak Kenyah akrab dikenal dengan telinganya panjang. Telinga mereka menjadi panjang karena menggunakan anting bulat yang berat hingga 10 buah jumlahnya. Semakin panjang dan banyak anting yang digunakan, perempuan Dayak Kenyah akan tampak semakin cantik. Itulah kearifan lokal kecantikan milik Suku Dayak Kenyah.

Anda dapat menikmati tarian adat dari gadis-gadis mungil Suku Dayak Kenyah. Gadis-gadis kecil itu akan berganti baju adat khas Dayak Kenyah. Mereka akan menyajikan tarian khas Suku Dayah Kenyah kepada Anda dan semua penonton yang menghendaki. Tarian yang tak akan pernah dapat Anda lupakan saat Anda berkunjung di Desa Budaya Pampang. Mereka menari dengan elok diiringi permainan musik sederhana. Musik pengiring dapat berasal dari suara mp3 telepon genggam. Fenomena ini menunjukkan bahwa Suku Dayak Kenyah tidak seudik yang orang-orang anggap. Warga Dayak Kenyah pun sudah banyak yang mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan mengenal kemajuan teknologi. Hanya saja, mereka selalu tampil sederhana dengan kearifan lokalnya

Itulah suasana budaya Dayak Kenyah yang dapat Anda nikmati saat berkunjung ke daerah Desa Budaya Pampang. Anda dapat menikmati kehidupan sederhana warga Dayak Kenyah. Anda dapat mengambil foto, menikmati tarian, ikut upacara adat, dan makan bersama. Orang-orang Suku Dayak Kenyah pun sangat ramah. Mereka selalu berdoa agar orang-orang yang sudah berkunjung selalu diberkati oleh Tuhan. Mereka tampak bahagia dengan adanya kunjungan dari orang-orang sekitar ke Desa Pampang.

Sumber Info : www.objektempatwisata.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *